Wednesday, 14 September 2016

Hal-Hal yang Menyebabkan Gumoh Pada Bayi


www.cekalergi.com

Sekitar 70% bayi berusia di bawah 4 bulan mengalami gumoh minimal 1 kali setiap hari. Namun, seiring bertambahnya usia, maka intensitas gumoh akan berkurang dengan sendirinya. Meski normal, gumoh yang berlebihan pada anak bisa menyebabkan berbagai komplikasi yang akan mengganggu pertumbuhan bayi. Simak yuk penyebab gumoh bayi berikut:

ASI melebihi kapasitas lambung bayi

Lambung yang sudah penuh namun dipaksa untuk tetap minum ASI bisa menjadi pemicu gumoh bayi.

Posisi Menyusui

Seringkali Ibu menyusui sambil tiduran. Akibatnya, cairan tidak masuk ke saluran pencernaan bayi, tapi justru masuk ke saluran pernapasan bayi. Inilah yang menyebabkan gumoh pada bayi.

Klep Penutup Lambung Belum Sempurna

Dari mulut, susu akakn masuk ke saluran pencernaan atas sebelum masuk ke lambung. Diantara kedua organ tersebut, terdapat klep penutup lambung. Nah, klep inilah yang biasanya belum berfungsi sempurna saat bayi masih kecil dan menyebabkan gumoh.

Bayi Terlalu Aktif

Bayi yang terus menerus menggeliat atau menangis akan menyebabkan tekanan di dalam perut menjadi tinggi. Akibatnya, tekanan ini menyebabkan perutnya bergejolak dan membuat bayi muntah atau gumoh.

Tuesday, 13 September 2016

Panduan Lengkap Menyimpan ASI

www.cekalergi.com
Seorang Ibu pastilah ingin memastikan nutrisi yang didapat oleh anak-anaknya adalah nutrisi yang terbaik. Namun, bagi wanita karir, memberi ASI eksklusif cukuplah sulit. Tapi Ibu tak prlu khawatir karena Ibu bisa memeras ASI dan menyimpan ASI di tempat dan dengan cara yang baik agar kualitas ASI tetap terjaga untuk si kecil.

Nah, berikut panduan untuk menimpan ASI tetap berkualitas untuk anak:
  1. ASI hanya bertahan selama 10 jam jika disimpan di suhu ruangan.
  2. ASI akan bertahan selama setengah jam setelah keluar dari freezer.
  3. ASI bisa bertahan dalam kulkas selama 5 hingga 7 hari ke depan.
  4. ASI bisa bertahan di freezer hingga 6 bulan ke depan.
  5. Jangan memenuhi semua isi botol dengan ASI sisakan minimal 4 cm dari bagian atas botol karena ASI akan mengembang. Anda bisa menggunakan tutup dari plastic dan karet. Pastikan penutup rapat.


Tips Untuk Mencegah Alergi Pada Anak

Alergi Pada Anak | Penyakit Alergi Pada Anak | Alergi Anak


Saat alergi, tidak semua bayi mengalami reaksi alergi hebat yang bisa membahayakan hidupnya. Jika anak pernah terkena alergi, Ibu harus segera mengurangi jenis makanan tertentu yang bisa jadi menjadi biang alergi anak. Selain itu, Ibu juga harus tahu langkah-langkah untuk membantu mencegah alergi pada anak sebelum semuanya terlambat. Berikut:
  • Usia empat hingga enam bulan adalah usia rawan anak. Pada masa ini, Ibu sebaiknya menunda masa penyapihan dan terus memberikan ASI atau susu formula pada anak.
  • Selama masa pemberian ASI, Ibu harus terus waspada dan berhati-hati dengan makanan yang berpotensi memicu alergi anak karena hal ini bisa jadi media penularan alergi dari Ibu ke anak melalui ASI.
  • Mulai perkenalkan makanan padat satu persatu pada anak. Berikan juga jarak untuk setiap jenis makanan baru ang berbeda untuk mengecek apakah ada suatu reaksi alergi yang ditimbulkan pada anak.
  • Kacang adalah salah satu makanan pemicu alergi. Perhatikan baik-baik, apakah tubuh anak bereaksi saat diberikan kacang atau biasa saja.